Selamat Membaca

Semoga segala informasi yang ada di blog ini bermanfaat :)
"Ketika aku BERBAGI maka akau "ADA".
( Nur Faizin Angkatan 2010 )

Senin, 03 Desember 2012

Perbedaan ekosistem hutan alam, hutan tanaman, dan semak belukar




Ada beberapa faktor abiotik yang mempengaruhi vegetasi yang ada antara lain :
Ø  Suhu
Ø  Kelembaban
Ø  Cahaya matahari
Ø  Tanah
Ø  Air
Pepohonan yang ada pada hutan alam membentuk tajuk yang akan menentukan iklim di dekat permukaan tanah dan juga di bawah tajuk yang kemudian di sebut iklim mikro. Iklim mikro tersebut dibentuk karena tajuk pohon menyaring sinar matahari dan angin untuk membentuk kehidupan hutan yang berbeda dengan di luar hutan. Pada hutan alam yang tajuknya rapat, hanya tunas-tunas pepohonan besar serta tumbuhan-tumbuhan merambat tertentu yang tahan terhadap kondisi kurangnya cahaya, dan rumput-rumput tertentu yang dapat tumbuh di bawah tajuk yang rapat (Defri yoza, 2009). Hal ini sangat berbeda jauh dengan hutan tanaman industri dan semak belukar didalam hutan tanaman industri suhunya lebih tinggi dan memiliki kelembaban rendah di banding hutan alam sehingga vegetasi yang ada hanya rerumputan ataupun paku-pakuan bagitu pula pada semak belukar yang suhunya paling tinggi dibanding hutan alam dan hutan tanaman industri yang tumbuh hanya perdu, tumbuhan semak.
Tumbuhan dengan tajuknya yang rapat dihutan alam dapat mengurangi radiasi sinar matahari yang mencapai tanah sehingga menyebabkan temperatur lebih rendah beberapa derajat dibanding dengan hutan tanaman industri dan semak belukar yang mempunyai suhu lebih tinggi di banding hutan alam, hal ini disebabkan karena sinar matahari terhalang oleh penutupan tajuk yang menyebabkan perbedaan kelembaban udara. Begitu juga kelembaban pada hutan alam akan lebih tinggi di banding dengan hutan tanaman dan semak belukar.
Pepohonan yang ada di hutan alam lebih bervariasi seperti ada liana, epifit, lumut dan masih banyak lagi dibandingkan dengan hutan tanaman industri dan semak belukar hal ini disebabkan tidak terlepas dari kondisi abiotik seperti faktor edafik, suhu, kelembaban, sinar matahari. Dengan penutupan tajuk yang rapat pada hutan alam akan menciptakan kondisi ekologis yang pas bagi tumbuhan untuk hidup dan jauh dati gangguan manusia ataupun hewan. Pepohonan yang ada pada hutan alam umumnya memiliki diameter dan tinggi yang lebih di banding dengan hutan tanaman industri, sedangkan pada semak belukar tidak ditemukannya pohon kebanyakan hanya tiang, pancang dan semai saja.
Vegetasi yang ada pada hutan alam, hutan tanaman dan semak belukar tidak bisa terlepas dari tanah sebagi media tumbuh tanaman, tanah menyediakan unsur-hara sebagai makanan tanaman untuk pertumbuhannya. Pada hutan alam dengan pentupan tajuk yang cukup rapat dapat menjaga kelembaban tanah sehingga memiliki pH yang cukup ideal bagi pertumbuhan tanaman, hal ini akan mempengaruhi lebih banyaknya vegetasi yang tumbuh di hutan alam di banding hutan tanaman industri dan semak yang kondisi tanahnya agak kering karena tidak ternaunginya oleh tajuk dari sinar matahari. Sinar matahari juga turut mentukan jenis vegetasi yang ada, pada hutan alam dengan penutupan tajuk yang cukup rapat menjadikan sinar mati hari yang jatuh kelantai hutan sangat sedikit dan ini mengakibatkan tumbuhnya berenekaragam tumbuhan intoleran pada hutan alam sedangkan pada hutan tanaman yang cukup terbuka hanya di dominasi oleh rerumputan dan paku-pakuan bagitupun pada semaj belukar yang banyak ditumbuhi tumbuhan semak dan perdu.
Vegetasi yang ada juga tidak terlepas dari keberadaan air, air berfungsi untuk proses fotosintesis, memenuhi kebutuhan transpirasi tanaman, pelarut unsur hara dalam tanah dan lain-lain. Pada hutan alam dengan jumlah pohon yang lebih banyak dan rapat akan mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak sehingga kebutuhan air akan tetap tersedia bagi tanaman dan jumlah tanaman bawah yang ada pun mampu hidup karena ketersediaan air, hal ini berbeda dengan hutan tanaman industri yang relatif hanya satu jenis saja dan kurang mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak, begitu pula untuk semak belukar yang relatif kering karena tidak membutuhkan banyak air.
Komposisi jenis
Komposisi jenis yang  ada meliputi keanekaragaman jenis yang ada dalam suatu ekosistem, pada ekosistem hutan alam lebih banyak memiliki keanekaragaman jenis vegetasi yang ada dibanding ekosistem hutan tanaman industri dan semak belukar. Untuk ekosistem hutan alam yang paling mendominasi adalah nasi-nasi (Sizygium spp) dan marapuyan (Rhodamnea cerenea) , untuk ekosistem hutan tanaman industri yang mendominasi adalah pohon ekaliptus (Eucaliptus sp) dan untuk ekositem semak belukar yang paling mendominasi adalah sikeduduk, semua itu tidak terlepas dari faktor edafik, suhu, kelembaban, cahaya matahari dan ketersedian air.
Struktur
Pada plot yang telah dibuat pada hutan alam terdapat pohon rambung, akasia (Accacia spp), laban (Vitex pubenscens), rengas (Gluta renghas), marapuyan (Rhodamnea cerenea). Sedangkan untuk tiang, pancang dan semai terdapat nasi-nasi (Sizigium sp) dan marapuyan (Rhodamnea cerenea)selain itu terdapat pula epifit dan liana. Pada hutan tanaman industri pohon yang ada pulai dan ekaliptus (Eucaliptus sp), untuk pancang terdapat bambu, semai terdapat sikeduduk dan layau dan terdapat pula tumbuhan bawah seperti paku-pakuan, rumput teki, resam, sianik, bawang-bawangan.


Daftar Pustaka
Hakim, nurhajati dkk. 1986. Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas lampung. Lampung
Yoza , defri . 2009. Klimatologi hutan. Pusat pengembangan pendidikan. Pekanbaru 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar